Adalah Eksposure (1)

Posted on May 4, 2012

0


“Woi, dari mana lo? Ini udah band yang ketiga”

“Berarti gue udah ketinggalan banyak dong?”

“Sekitar 6 lagu-an lah! (tertawa)”

Kurang lebih seperti itulah percakapan yang terjadi dengan seorang kawan ketika saya tiba di sebuah Café, di daerah Soekarno Hatta, Kota Malang. Sebenarnya memang saya sudah berjanji untuk tiba sesuai jadwal, yaitu pukul 19.00 WIB. Namun karena sebuah hal, diluar faktor cuaca, saya terpaksa datang terlambat 40 menit. Tidak wajar memang. Dan ya, saya mengaku salah.

Dengan berbekal sebuah kamera, saya mulai membidik dan mengeksekusi beberapa momen dalam acara ini, sebuah acara dengan tajuk “GATHER IN TOGETHER: Spread Music. Not War!” yang sukses menyabotase Tutu Demas Café & Gallery, pada hari Rabu 20 10 2010. (Emm, Untuk sebuah kata ‘sabotase’, sepertinya kurang tepat. Karena ini merupakan acara ulang tahun pertama dari Tutu Demas, sebuah ajang bersenang-senang bagi para sekumpulan anaka muda kota Malang. Selamat untuk Tutu Demas. Semoga kalian baik-baik saja, dan tetap berada di tempat yang sama.)

Sekedar menginformasikan, Line up pada acara malam hari itu adalah:

  • Andjoeran Pengoeasa
  • My Beautiful Life
  • The Ratna
  • Get Panic
  • Kobra
  • Moonlith In Bowl

Sayangnya, untuk 2 nama terakhir, terlewatkan! Namun saya ada sedikit catatan untuk Kobra, dengan sorang personil wanita yang juga mengisi peran sebagai vocalist, mereka terlihat semakin memiliki kadar bisa yang cukup membuat anda kejang sesaat. Kenapa saya bisa berkata seperti ini? Karena band saya sudah dua kali bermain bersama species ular yang satu ini, dan sangat menyenangkan!

Namun untuk nama terakhir, Moonlit In Bowl, saya masih sangat awam dengan namanya. Untuk itu saya cukup menyesal karena kehilangan momen untuk mengenalnya. Semoga saja bisa bertemu di lain kesempatan, kawan. Begitu juga dengan The Ratna. Saya baru melihatnya langsung kali ini, meskipun sebenarnya beberapa kali saya dengar nama mereka dari teman saya. Dan menurut saya, music yang mereka usung cukup dapat diandalkan untuk “menyepak pantat” di ruang sempit yang layak disebut garasi.

Sebenarnya yang menjadi alasan utama saya untuk datang ke acara ini, selain janji dengan teman saya, adalah Andjoeran PengoeasaMy Beautiful Lifedan Get Panic. Karena saya sudah cukup lama tidak melihat mereka bernuansa di depan penonton. Entah saya yang tidak terlalu memperhatikan pergerakan music kota Malang saat ini atau saya terlalu asik dengan kegiatan saya yang menyita waktu saya untuk bersosialisasi dengan musisi lokal kota Malang? Yang pasti saya merasa tertinggal dan ingin mengejar ketertinggalan itu dengan mencari tahu lebih, apa yang terjadi saat ini.

Membahas Andjoeran Pengoeasa, My Beautiful Life dan Get Panic. Sepertinya tidak adil jika tidak melihat latar belakangnya personilnya. Kenapa? Karena mereka adalah sebuah komplotan yang sering berbuat jahat dan selalu mendapat kemudahan dari Tuhan, mungkin satu species dengan Robin Hood. Untuk kasus ini saya sangat serius! Hahaha. Dan mereka adalah sejumlah band yang saat ini memegang peran sebagai penyambung pergerakan music kota Malang. Yang bisa saya klasifikasikan dalam taraf menggeliat, namun sedikit tersendat. Meskipun mereka tidak bisa dibilang band tua karena faktor historisnya yang belum bisa dikategorikan dalam taraf legendaris seperti Bentoel Band, namun mereka punya andil yang cukup ampuh untuk meracuni pergerakan music kota Malang saat ini. (Kata meracuni yang barusan saya tulis tolong jangan diartikan negatif. Karena racun yang mereka sebarkan dikemas dalam paket beragam genre music yang menarik dan berbeda. Sehingga menurut saya, racun-racun seperti itulah yang harusnya patut disebarkan dalam ruang lingkup musik dalam negeri kita. Indonesia)

Sepertinya saya tidak memiliki kemampuan lagi untuk membedah band local kota Malang lebih lanjut, karena keterbatasan saya dalam referensi music dan sangat memerlukan katalog local kota Malang. Untuk memetakan beberapa band lagi yang koordinatnya masih belum bisa saya ketahui dan jangkau. Dan untuk masalah kualitas dan spirit, saya berani jamin untuk kota ini. Asalkan mendapat eksposure yang pas. Saya hanya ingin sedikit memperkarakan soal eksposure, disini. Tidak usah over apalagi under, kita coba letakkan pada posisi sentral saja. Ibaratkan kita berusaha untuk mendapat sebuah porsi yang ideal, rasanya itu sudah cukup.

Sekedar celoteh: Ngalam Rehtegot!!

****

Dan berikut, sekedar berbagi hasil bidikan saja:

(Maaf sebelumnya, fotonya sengaja dipudarkan dalam 2 warna. Alasannya adalah sangat ingin menghancurkan mood saya pada waktu itu. Namun semoga saja hasilnya tidak merusak mood anda)

Ini bukan lokasi penangkaran penyu!
The Ratna, yang vokalisnya menyempatkan menghadap kamera. Terimakasih, mas vokalis!
Para penikmat kesenian “ludruk tewur”
Menurut MC pengganti, Fian (Get Panic) mirip Faank (Wali). Masa?
Karena ulah MC yang gering dan garing, sehingga penonton tampak “kabur-kaburan”
Tidak ada seorangpun personil My Beautiful Life yang sadar kamera. Yak, bagus!
Andjoeran Pengoeasa feat. Barbarian Choir.

——-

Sebagai orang yang bukan asli Malang atau lebih tepat disebut sebagai warga pendatang. Dengan sikap memohon, saya merasa perlu bimbingan dan diberi masukan lebih dari warga asli. Mungkin informasi yang dipunya, bisa dikisahkan kedalam notes ini. Agar kita bisa sama-sama berbagi. Dan saya sungguh berterima kasih sebelumnya. Karena saya ingin mengetahui tentang sejarah kota malang, salah satunya adalah soal musik.

“Rush – YYZ” sedang menginspirasi, entah apa dan mengapa.

——-

Agung Rahmadsyah

Malang

21 Oktober 2010

Advertisements
Posted in: Uncategorized