beberapa pertanyaan me-MUAK-an (yang sanggup gw ingat) beserta jawaban yang ingin gw katakan sejujurya.

Posted on May 4, 2012

0


Cukup sucikah mereka untuk memperingatkan gw tentang dosa? 
Sebelumnya gw sangat berterimakasih sudah sibuk memperingatkan. 
Tapi gw udah terlebih dahulu memprediksi dimana sekiranya tempat untuk kita esok hari, dimana masing-masing dari kita (mungkin) tidak akan salaing kenal lagi.
Itulah alasan gw gak akan membiarkan laju resistensi ini teredam. Karena cuma ini satu-satunya hal yang bisa gw pertahankan selama masa hidup. I-D-E-N-T-I-T-A-S
Dan apa identitas lo? Identitas gw adalah kebebasan dalam berpikir dan tidak melanggar norma.
Gw lebih percaya dengan tindakan nyata yang berimbas terhadap banyak orang daripada sekedar menyelamatkan diri dibalik ketakutan religius. 
Dan mungkin ini sebabnya kenapa gw selalu kagum pada sosok yang dapat berpikir bebas. Jujur gw sangat kagum sama sosok budha dan muhammad

Tulisan ini gw buat untuk menjawab beberapa pertanyaan yang gak bisa gw masukan dalam skala repetisi lagi. (dan selama ini gw menjawab seluruh pertanyaan itu atas dasar “enggan beradu argumen”)

Berikut daftar pertanyaan yang masih bisa gw ingat: 

    • “Agama lo apa sih?” 

      Jawaban gw sesungguhnya: “Islam. Tapi lebih tepatnya islam atas dasar garis keturunan. Kalau gw terlahir dari orang tua yang lebih plural (dalam hal ini agama) mungkin agama gw bukan ini. Dan gw gak mempermasalahan doktrin yang mereka berikan ke gw dari masa kecil, karena dari sana gw belajar cukup banyak akan hal-hal yang bernorma. Mungkin suatu saat gw akan mencari apa agama gw dan membuktikan bahwa itu (Islam) adalah pilihan gw.”

    • “Trus kenapa lo kagum sama sosok budha?”

      Jawaban gw sesungguhnya: “Apa lo perlu menjadi seorang nasrani untuk merasakan keceriaan natal? Dan gw rasa orang nasrani gak perlu menjadi muslim hanya untuk menyimak keindahaan pusi-puisi di setiap ayat yang terdapat di Al-Quran. Alasan gw kagum sama budha adalah dia itu sosok yang lebih mementingkan tindakan kongkrit daripada berdebat di balik meja untuk mengeluarkan fatwa bahwa ini haram,itu haram.”

    • “Apa lo masih solat? 
      Jawaban gw sesungguhnya: “Masih! Mungkin lebih rajin dari lo.”
    • “Terus tattoo lo? Kan solatnya gak sah!” 
      Jawaban gw sesungguhnya: “Apa itu alasan kenapa gw gak boleh solat? Siapa mereka yang melarang gw gak boleh bertindak religius dan menghalangi ketidakberdayaan gw atas zat yang paling berkuasa. Apa lo yakin kalo ibadah lo itu udah sah dan pasti diterima amalnya? Menurut gw tatoo dan solat adalah 2 hal yang berbeda ranah. Seni dan keyakinan, apa itu sama?”
    • Keluarga lo gak apa-apa lo bikin tattoo?

      Jawaban gw sesungguhnya: ”Kenapa harus keluarga gw yang dipertanyakan efeknya? Orang yang di tattoo kan gw, harusnya kan gw yang sakit! Haha. Gw bikin ini bukan atas dasar pikiran sementara gw. Gw udah pertimbangkan efeknya nanti! Masalah kerja dan jodoh, itu bukan lo yang ngatur! Makasih kalau udah ngasi perhatian. Tapi jujur, gw udah muak sama pertanyan ini dan capek menanggapi pandangan orang-oranng terhadap gw sekarang. Lo gak mau kenal or berteman sama gw, itu bukan masalah buat gw. Yang berhak atas diri lo ya lo sendiri. Gw lebih respect sama pelacur yang bermental pahlawan daripada pejabat yang bermental pelacur.”

    • “Gak takut dosa lo?”
      Jawaban gw sesungguhnya: “Takut. Tapi lebih takut lagi kalo liat sesuatu yang gak bener trus di diemin. Meskipun benar atau salah adalah sebuah nilai yang bersumber dari pendapat individual dan perlu mendapat persetujuan kolektif untuk nilai itu. 
      Sekarang coba lo tanya pertanyaan ini sama sekumpulan orang berkopiah putih yang sering menggelar konvoi dan bertindak anorma itu. Pasti mereka menjawab itulah alasan mereka berbuat anorma, sebab mereka takut dosa. Jadi menurut lo sekarang, lebih berdosa mana gw dengan mereka? 
      Frontal gw kasih contoh: FPI & FBR. Apa mereka muslin? Gak usah gw jawab, cukup lo liat aja atribut-atributnya. 
      Tapi pertanyaan gw selanjutnya: Muslim yang gimana? Apa islam mengajarkan untuk merusak dan bertindak yang mengesampingkan norma? Apa Muhammad pernah melukai seseorang (jika kalian masih menggunakan sosok Muhammad sebagai imam kalian)? Apa Islam adalah agama yang menggunakan kekerasan sebagai jalan utama untuk menciptakan keadaan benar? Kalau mau, kenapa gak lo hancurin itu gedung DPR/MPR atau kantor DPRD dan berbagai instansi pengelola Negara lainnya? Disana lebih banyak maksiat daripada klub-klub yang menyewakan figur pemuas birahi! Dan pertanyaan gw selanjutnya: Apa kalian (FPI,FBR & laskar-laskar lain yang teramat banyak) tercipta dari latar belakang yang sama? Instansi pemerintahan yang ingin melanggengkan maksiat di negeri ini.” Gw masih skeptis akan keberadaan kalian.

——-

Sebenarnya udah cukup lama ide untuk merekam tulisan ini dalam bentuk teks. Tapi baru sempet sekarang dan mungkin masih ada pertanyaan lain yang datang seiring perubahan gw (tapi gw lupa). Dan gw belum myelesaikan tattoo gw di tangan kiri, masih ada lembayung yang belum tercitra. 

Malam ini gw gak jadi ke Bandung buat nonton tribute to The Doors, karena mendadak besok pagi ada acara. Menyebalkan memang, tapi ya sudahlah, bukan Jim Morrison ini yang berdiri dan berpusi di balik microphone. hal ini sekaligus menjadi peringatan bahwa besok malam gw harus ke tempat yang selama ini udah sering gw gagalkan rencananya.

Hari ini gw lebih suka mendegarkan reggae. Tony Q – Karena Aku Udara, membuat gw merasa tenang dan siap berjalan untuk esok hari, sampai pada suatu langkah yaitu meninggalkan Jakarta atau membakar Jakarta (meminjam kata dari sebuah lagu Seringai).

——————
Agung Rahmadsyah
Bekasi
14 Mei 2010
Advertisements
Posted in: Uncategorized