I’M WITH YOU -by: Red Hot Chili Peppers (album review)

Posted on May 4, 2012

0


Artist: Red Hot Chili Peppers

Album: I’M WITH YOU

Producer: Rick Rubin

Label: Warner Bros, Agustus 2011

Lagu:

  • Monarchy of Roses
  • Factory of Faith
  • Brendan’s Death Song
  • Ethiopia
  • Annie Wants a Baby
  • Look Around
  • The Adventures of Rain Dance Maggie
  • Did I Let You Know
  • Goodbye Hooray  
  • Happiness Loves Company
  • Police Station
  • Even You Brutus?
  • Meet Me at the Corner
  • Dance, Dance, Dance

And they still run around like: “we don’t care!”

Meskipun secara sadar saya akui bahwa saya adalah penyembah akut John Frusciante, namun hal tersebut tidak membuat luntur niat saya untuk segera berburu album ke 10 dari band asal Los Angeles, California. Karena saya pikir band ini akan terus berjalan asal duo, Anthony Kiedis dan Flea, masih tetap ada dalam band itu. Dan ternyata benar, hal ini terbukti. Malah lebih dari itu, eksplorasi yang dilakukan band ini semakin menjauhi kata “tipikal”. 

Terlepas dari beragam spekulasi tentang keluarnya John Frusciante dari band yang terbentuk tahun 1983 ini, saya hanya ingin sekadar berbagi beberapa hal tentang: “Kenapa album yang dikerjakan dalam kurun waktu 10 bulan ini perlu untuk diburu?” Pertama, gitaris yang baru bergabung itu bernama Josh Klinghoffer. Mengenai siapa dia, bisa anda cari sendiri di situs serba tahu. Yang perlu diketahui  adalah, kondisi masuknya Josh Klinghoffer ke dalam band ini, kurang lebih sama saat John Frusciante bergabung. Sama-sama mengidolakan gitaris RHCP diera sebelumnya. Kedua, Chad Smith yang “berubah bentuk”dalam dua band (Chicken Foot dan Chad Smith’s Bombastic Meatbats) yang ia geluti selama RHCP vakum. Ketiga, Flea yang terlihat asik berkolaborasi dengan salah satu musisi dengan tingkat intelegensia tinggi, Thom Yorke, dikala ia baru menyelesaikan studinya di University of Southern California dengan jurusan: music theory, composition and jazz trumpet.


Dengan bocornya single mereka ‘The Adventures of Rain Dance Maggie’ kurang lebih 2 minggu sebelum albumnya resmi dirilis, saya memiliki asumsi bahwa bayangan pola permainan gitar John Frusciante akan terasa sulit dihilangkan dari band ini. Tapi rupanya, setelah album tersebut ditelisik secara lebih lanjut, hanya lagu yang berjudul ‘Meet Me at the Corner’ saja yang aransemennya terasa seperti lagu-lagu mellow RHCP pada umumnya. Malahan untuk lagu yang mengandalkan beat-beat powerful seperti ‘Look Around’ dan ‘Goodbye Hooray’  makin terlihatlah inti permainan gitar Josh Klinghoffer yang bukan menekankan pada lick dan part solo dalam music funk rock yang religius, tetapi lebih mengarah pada terciptanya bebunyian aneh dengan mengandalkan permainan effect dan petikan yang tidak pada tempatnya. Jika saja karakter suara Anthony Kiedis tidak akrab ditelinga saya, saya tidak yakin ini adalah Red Hot Chili Peppers yang pernah saya kenal. Silahkan saja simak lagu ‘Even You Brutus?’ yang kental oleh dentingan piano (agak) sentimentil atau lagu ‘Dance, Dance, Dance’ yang dibalut oleh unsur perkusif khas benua afrika.

 
Untuk kali ini, saya benar-benar tidak peduli dengan apa yang telah dikatakan oleh beragam ulasan majalah musik dipenjuru dunia manapun. Saya hanya ingin mencoba menempat diri saya sebagai pendengar yang baru mulai penasaran untuk mendengarkan sebuah band yang bernama Red Hot Chili Peppers, setelah sebelumnya dibekali mitos oleh rekan-rekan satu tongkrongan, yang berimbas pada sebuah citra dalam persepsi mereka tentang band itu, band yang berisi beragam sosok berandalan bengal namun berbekal kemampuan bermusik yang mumpuni. Bisa bayangkan apa jadinya kelak? Saya rasa cukuplah menyimak 14 lagu yang terdapat dalam album ini, maka argumen kita selanjutnya akan terarah kepada sebuah kondiisi bahwa band yang satu ini memang enggan menjadikan dirinya terpatri oleh sebuah kata yang (sebenarnya) mematikan karakter: “ciri khas”. Mereka tetap bermain menurut kehendak hatinya, persis ketika saya mengenal band ini 12 tahun silam. Itulah ciri khas mereka yang sebenarnya, bukan pada musiknya.
——-
“Red Hot Chili Peppers – Monarchy of Roses” lagu cocok banget ditaruh sebaagai lagu pembuka, karena lagu ini langsung menonjolkan perbedaan permainan gitar Josh Klinghoffer dan John Frusciante. Dan jangan pernah membandingkan kedua orang yang saling menginfluence dan terinfluence, karena mereka tetap mengembangkan kemampuannya sesuai dengan kapasitas otak, daya imajinasi, tingkat kreatifitasnya dan keinginannya masing-masing. Silahkan simak live performnya saat memainkan lagu ini di Perancis http://www.youtube.com/watch?v=aZDPAi89yrI&feature=related
——-
 
Agung Rahmadsyah
Bekasi
02 September 2011
Advertisements
Posted in: Uncategorized