mixtape?

Posted on May 4, 2012

0


Terus terang saya merasa aneh ketika mendapat pesan dari Kontemplasi Hati Komang Hilmi di facebook yang menyuruh membuat mixtape. Kenapa? Karena lagu yang saya dengarkan itu saya akui sangat biasa, sama sekali tidak ada yang spesial. Terlebih lagi ketika seorang Bob Dylan mengeluarkan pendapat yang bernada bahwa ia merasa sia-sia melakukan kritik sosial melalui lagu selama setengah abad, dan itu membuat pandangan saya terhadap musik semakin tidak spesial.

Meskipun sebenarnya realita itu sudah saya alami ketika saya menyusun skripsi, dimana saya tersadar bahwa musik sungguh tidak bisa merubah apa-apa! Musik hanya bisa memberi semacam “keajaiban” yang membuat pendengarnya tergerak untuk melakukan perubahan dalam konteks apapun, entah menuju perbaikan ataupun kehancuran. Tapi terus terang saja ucapan yang meluncur dari Bob Dylan itu jelas membuat saya terkejut.

Namun setelah mempertimbangkan bahwa penawaran langka ini tidak akan datang dua kali, maka saya beranikan untuk membuat mixtape dengan hanya memasukkan dua nama. Alasannya sederhana saja, dua nama ini, John Anthony Frusciante dan Omar Rodriguez Lopez, adalah sosok yang banyak member banyak inspirasi dalam hidup saya. Meskipun sebenarnya cukup banyak figure yang memberi saya inspirasi, tapi kedua orang ini adalah role model.

Meskipun Leonard Bernstein pernah melontarkan pernyataan seperti ini Music can name the unnameable and communicate the unknowable.” Tapi sekali lagi saya ingin menegaskan bahwa musik tidak bisa merubah apa-apa! Dan untuk melakukan usaha pendobrakan atas realita tersebut, maka saya coba sertakan deskripsi mengagumkan dari @OvertDictionary (sebuah akun di twitter yang memiliki penjelasan Redefining the world by redefining our lives dalam Bio-nya).

Sebelumnya saya ingin meminta maaf jika saya terkesan melenceng dari pemahaman mixtape yang selama ini beredar. Namun, sesuai dengan apa yang saya dapatkan dari Wikipedia;

 

A Mix Tape, which usually reflects the musical tastes of its compiler, can range from a casually selected list of favorite songs, to a conceptual mix of songs linked by a theme or mood, to a highly personal statement tailored to the tape’s intended recipient

Dan disini saya hanya ingin menggarisbawahi dua poin yang menurut saya penting; “selected list of favorite songs” dan “highly personal statement tailored to the tape’s intended recipient” dua poin tersebut saya terapkan secara terpisah, tapi tetap berujung pada sebuah pangkal.

  • Selected list of favorite songs:

Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, 7 lagu yang saya pilih ini terdapat di album Omar Rodriguez Lopez & John Frusciante dan ini adalah contoh musik instrumental yang tidak berpola, tapi saya memilih lagu ini berlandaskan pada pendapat Leonard Bernstein tentang musik. Yang penting dipoin ini adalah saya sangat menganjurkan untuk mengganti lagu-lagu tersebut dengan lagu apa saja, dari siapa saja yang memberikan inspirasi dalam hidup anda. Hal ini tentunya dengan maksud agar kita mendapat “keajaiban” dari lagu tersebut.

  • Highly personal statement tailored to the tape’s intended recipient:

Poin inilah yang sebenarnya menjadi intinya. Dalam mixtape tersebut, saya memberikan 7 buah lagu yang disertai uraian yang (mungkin) tidak ada kaitannya dengan substansi lagu. Tapi bukannya karakter V dalam V for Vendetta pernah berkata seperti ini Artists use lies to tell the truth while politicians use them to cover the truth up. Yang saya maksud truth adalah 7 buah redifinisi singkat yang terdapat di timeline The Overt Dictionary.

Dan tujuan saya membuat mixtape ini adalah: ingin berbagi pesan, sembari terus mencoba untuk melakukan perubahan menuju perbaikan. Bukan masalah mengumbar selera, karena toh selera tidak bisa diperdebatkan.

Berikut adalah 7 buah lagu yang bisa didengarkan (sekaligus anda ganti dengan lagu apapun) :

Omar Rodriguez Lopez & John Frusciante

  1. Feminist: the mass media has turned it into a dirty word, and has turned Sex in the City into a $500 million business.
  2. Hollywood: it churns out propaganda glorifying this imaginary American Dream.
  3. Riot Police: don’t attack them, don’t throw things at them, talk to them, explain to them who the enemy is, who is indebting their children
  4. Justin Bieber: a mass manufactured idol meant to keep the anxieties and consumption habits of young girls synced up and in order.
  5. The Fashion Industry: it fetishizes women, it dehumanizes them and turns them into a circulating commodity called models.
  6. The Television: people who watch at least 5 hours of television per day always underestimate the amount of poverty in the world.
  7. Consumption: there is no difference between being obsessed with consuming shoes and being obsessed with consuming drugs

——-

Agung Rahmadsyah

Jakarta

02 Janiuari 2012

Advertisements
Posted in: Uncategorized