playback = lipsync = fuck off!

Posted on May 4, 2012

0



The Doors

Kesempatan ini adalah starting point bagi The Doors untuk memperknalkan musiknya kepada khalayak luas. Tapi ada satu hal yang diminta oleh show director Ed Sullivan, mengganti lirik “Girl we couldn’t get much higher” dengan “Girl we couldn’t get much better”.

Jika sudah melihat film The Doors karya Oliver Stone, di scene tersebut semua personil The Dorrs setuju untuk mengganti salah satu lirik itu, tapi Jim Morrison (yang diperankan oleh Val Kilmer), menjawab dengan nada menantang namun tetap santai: “How if we change to: Girl you couldn’t bite my wire”.

Dan menurut buku ‘No One Gets Here Out alive’ Jim Morrison menyetujui permintaan show director tersebut, namun pada “Light My Fire” dimainkan, Jim Morrison sama sekali tidak melakukan koreksi terhadap lirik aslinya. Dengan kata lain, permintaan show director tidak dikabulkan. Silahkan perhatikan video itu di posisi 0:24, Jim Morrison tetap bernyanyi dengan lantang: “Girl we couldn’t get much higher?”. Dan pada 0:26 gitaris Roby Krieger ,terlihat menahan senyum atas ulah yang dilakukan oleh kawannya itu .

Iron Maiden

Lagu “Wasted Years” memang terlihat hidup jika dibawakan live! Tapi pihak stasiun TV Jerman berkata lain, Iron Maiden harus tampil dengan format playback. Setelah lagu itu berkumandang sekitar 30 detik, seluruh personil Iron Maiden mulai berulah! mulai dari vocalist Bruce Dickinson yang tiba-tiba memainkan gitar, hingga Steve Harris yang mendadak jadi penyanyi utama Iron Maiden. Dan apa yang sekiranya ada di benak penonton? pasti mereka bingung akan tingkah laku idolanya.

Gue gak perlu penjelasan lagi, silahkan lihat sendiri ulah sang punggawa NWOBHM.

******

Dari 2 video yang gue coba share di atas, ada 1 hal yang menarik untuk dibahas.Merekalah yang mengontrol musik mereka, masalah penonton atau pihak terkait yang bersinggungan langsung dengan industri adalah hal yang tidak mengatur mereka dalam berekspresi.

Coba bandingkan dengan kondisi musik di Indonesia yang sering kita lihat dalam acara TV di pagi hari? Mungkin atas dasar tingkat kerumitan untuk channel jika dibawakan secara live, maka lipsyncn dijadikan pilihan utama untuk sarana hiburan. Tapi, apakah band-band yang bermain di acara tersebut tidak merasa “gerah” atas tingkah laku para punggawa media arus utama itu?

Jika band sekelas Iron Maiden dan The Doors tidak merasa takut jika karya mereka akan ditinggalkan oleh penggemarnya, kenapa band-band yang belum punya nama harus sibuk mencari perhatian dengan menuruti regulasi yang memuakkan ini? Gue rasa pemikiran ini yang menyebabkan acara-acara pagi hari itu langgeng. Seandainya banyak band yang berpikiran seperti The Doors & Iron Maiden, pasti acara playback seperti ini akan runtuh dengan sendirinya. Karena gue melihat banyak penonton juga udah jenuh sama band-band yang cuma bisa mangap-mangap, tanpa ada respon ke audience.

Am I wrong?

——-

Ada sebuah pekerjaan rumah pas kemarin gue ngobrol-ngobrol bareng Eko & Nedink. Hal ini menyangkut scene musik kota ini, Malang. Mudah-mudahan bisa share lebih banyak lagi sama orang-orang yang concern ke dalam bidang ini. Karena gue butuh info lebih, pemetaan sebelum pergerakan.

Pemetaan sebelum pergerakan = inti saran Tan Malaka kepada Musso & Alimin sebelum pemberontakan PKI 1926 yang berakhir dengan kegagalan, karena menurut analisa Tan Malaka pergerakan itu tidak kuat pondasinya. Namun Musso & Alimin tetap bersikeras.

Payah! Ternyata Sting – 7 Days, belum ada di komputer gue. Untung semalem dapet di komputernya Homeband. Tapi videonya kemana ya? Seinget gue ada videonya juga! Tapi gak apa-apalah, audio udah cukup.

——-

Agung Rahmadsyah

Malang
03 Agustus 2010

Advertisements
Posted in: Uncategorized