RAKSASA (album review)

Posted on May 4, 2012

0


 

Artis: Raksasa

Album: Raksasa

Produser: Raksasa

Label: De Majors (distribusi), Desember 2011

Lagu:

  • Insomnia
  • Badai Antariksa (Feat. Bonita)
  • Nyalakan Apimu
  • Taklukkan Dunia
  • Pesawatku Delay
  • Diculik Ke Surga
  • Seribu Tawon
  • Vampir Betina (Penyiksa Iman)
  • Kota Dosa

“Hajar divolume maksimal”

Hal yang sangat ingin saya cela dari album ini adalah kemasannya yang rawan cidera (terutama tempat meletakkan CDnya), hal ini saya alami sendiri, 3 jam setelah saya ikhlas merelakan uang tunai sebesar 35 ribu rupiah jatuh ketangan kasir toko musik dikawasan Kebayoran. Selain itu? Menurut saya, semuanya nyaris sempurna!. Mengingat nama-nama yang berada ditubuh band ini (bukan persoalan siapa dia tapi kesibukannya sebagai figur individual)

Beberapa bulan lalu saya sempat menginterview Iman Fattah dan sedikit menyinggung soal prioritas personel band ini. Sedangkan sejarah singkat tentang Raksasa yang saya dapat Adrian Adioetomo pada tahun lalu, Raksasa adalah sebuah proyek yang dibentuk untuk sebuah acara stasiun TV Swasta. Raksasa terbentuk dengan formasi awal: Eka Annash (Vocal), Adrian Adioetomo (gitar), Iman Fattah (Gitar), Franki Indrasmoro (Drum) dan Sammy Bramantyo (Bass). Namun karena faktor kesibukan, akhirnya Sammy (yang merupakan bassist Seringai) dan Eka Annash (yang merupakan vokalis BRNDLS) mengundurkan diri. Sebagai konsekuensi (dan entah seperti apa cerita versi lengkapnya),akhirnya Bonny Sidharta (Dead Squad) didaulat untuk menggantikan Sammy, sedangkan Adi Cumzky (Fable) menggantikan Eka Annash.

Formasi menarik ini saya pastikan akan menyedot minat siapa saja yang haus akan musik berkualitas (terutama musik rock). –Meskipun sampai saat ini saya masih menganut paham ‘musik adalah persoalan selera’, tapi yang namanya kualitas pasti memiliki standarisasi tertentu kan? Dan selera yang berkualitas akan membuktikan sampai sejauh mana orang itu bisa bertanggung jawab terhadap ‘standarisasi tertentu’ tersebut—  Singkat kata band ini adalah band bertanggung jawab terhadap materi, kualitas bahkan sampai kejutannya sebagai insan musik.

Diawali dengan lagu ‘Insomnia’ yang sempat dirilis secara gratis pada bulan puasa kemarin, saya langsung menyimpulkan bahwa band ini akan menyuguhkan perjalanan yang keras. Sehingga langkah yang saya ambil slanjutnya adalah: mencari lagu yang bertolak belakang demi mengetahui seperti apa derajat eksplorasinya. Akhirnya tibalah saya pada lagu di track 7 yang berjudul ‘Seribu Tawon’. Entah apa maksud Cumzky disini, tapi yang saya dapat dari lagu ini adalah sebuah kesejukkan disela ganasnya permainan para personelnya.

Dari total 9 lagu yang baru saya putar ulang sebanyak 3 kali ini, saya langsung menancapkan pilihan kepada lagu ‘Diculik Ke Surga’ dan ‘Badai Antariksa’ sebagai lagu favorit. Kenapa? Dalam lagu ‘Diculik ke Surga’ saya merasakan bagaimana khusyuknya eksplorasi yang dilakukan oleh 5 orang ini, entah instrumen apa saja yang dilibatkan dalam lagu ini tapi semua itu jauh dari kategori pemaksaan bahkan untuk solo gitar Adrian Adioetomo yang diselipkan di bagian akhir part solo itu semakin mengukuhkan kesan “ini band gila!“ Sedangkan untuk lagu ‘Badai Antariksa’ saya terpatri oleh intro gitarnya yang menggunakan efek flanger, suara ini sekaligus menjadi kode umur mereka. Atau setidaknya mereka merasakan jiwa mudanya terwakilkan oleh suara yang dihasilkan oleh efek yang sempat menjamur di tahun 90’an itu. Belum lagi Bonita yang menyumbang vocal seksinya

Jangan bayangkan ada Naïf, Dead Squad,Fable dan Lain disini. Atau yang lebih parah lagi membayangkan 4 band itu dipadukan dengan gitaris yang menjadi populer karena konsep Delta Blues, Adrian Adioetomo. Tapi bayangkan saja segerombolan orang yang punya kadar ketidakwarasan sama yang terlepas dari rutinitasnya. Itulah deskripsi singkat saya mengenai band ini. Selanjutnya silahkan buktikan saja sendiri, barangkali saya salah memberikan deskripsi.

Andai ulasan saya diatas derajat kesalahannya cukup fatal, tapi setidaknya biarkan saya membantu proses nyalanya api dengan mengutip secuil lirik dari lagu ‘Nyalakan Apimu’ 

Nyalakan apimu tak perlu kau ragu

Hadapi semua, menerjang badai

Berani berjuang

Yakinlah, hey kawan. Hey! Hey!

Bukan hidup bila tak sakit

Dan jangan pernah menyerah

Nyalakanlah.. Nyalakanlah.. Apimu!

——-

“Iwan Fals – Pak Tua” lagi ngacak-ngacak komputer kantor, eh nemu lagu ini! haha. Jadi semakin penasaran nonton kantata barock, semoga lagu ini dibawain 🙂

——-

Agung Rahmadsyah

Bekasi

02 Desember 2011

Advertisements
Posted in: Uncategorized