What If (album review)

Posted on May 4, 2012

0


Cover
 

Artist: MR.BIG

Album: What If

Producer: Kevin Shirley

Label: Frontiers, Desember 2010

Lagu:

  • Undertow
  • American Beauty
  • Stranger In My Life
  • Nobody Takes The Blame
  • Still Ain’t Enough For Me
  • Once Upon A Time
  • As Far As I Can See
  • All The Way Up
  • I Won’t Get In My Way
  • Around The World
  • Get The Feeling   
  • Kill Me With A Kiss (exclusive bonus track for Japan)
  • Unforgiven (exclusive bonus track for Europe / North America – not on vinyl edition)

Sepertinya ulah si tuan besar kali ini menjadi hadiah akhir tahun yang manis bagi para penggemar, khususnya public Jepang, karena pada 15 Desember 2010 MR.BIG meluncurkan album yang ketujuh setelah hampir 10 tahun tanpa karya baru. Dan yang terpenting mereka kembali tampil dengan formasi seperti 22 tahun silam: Eric Martin (vocal), Pat Torpey (drum),  Billy Sheehan (bass), dan  Paul Gilbert (gitar).

Sekedar mengingatkan saja, formasi tersebut terkahir kali terlibat kolaborasi pada tahun 1996 dan menghasilkan album “Hey Man”. Setelah itu Paul Gilbert hengkang untuk bersolo karir, sehingga posisinya digantikan oleh Ritchie Kotzen (Poison) dan formasi baru itu bertahan hingga tahun 2002. Namun di tahun 2009 lalu, pencetak hits “To Be With You” ini sukses melakukan serangkaian konser dengan formasi awalnya yang tentu saja mengejutkan sekaligus dinanti oleh para penggemar mereka. Bahkan Indonesia juga merasakan berkahnya lewat ajang festival rock terbesar di tanah air.

Berbekal  11 lagu anyar, MR.BIG sepertinya telah siap untuk kembali ke panggung music rock. Mengambil langkah pertama yakni meluncurkan video klip “Undertow” yang bisa diakses di youtube sejak awal bulan November 2010. Menurut info yang didapat dari wikipedia, proses pengerjaan album ini terhitung mulai September sampai Oktober 2010. Jika dikalkulasikan, mereka telah berpisah hampir 16 tahun, tapi sanggup merapikan ide-idenya dalam waktu 1 bulan. Apa hal yang mampu mendeskripsikan fakta ini selain band ini berisi sekumpulan musisi kelas wahid dan matang dalam menata ego?

Kalau anda masih berharap akan nuansa classic rock dan tembang balada ala album “Lean Into It”, lebih baik singkirkanlah angan itu terlebih dahulu. Sebab lagu “Undertow” yang ditunjuk sebagai lagu pembuka ini diselimuti oleh karakter sound yang lebih modern dan nada-nada yang catchy. Namun sepertinya Mr.Big tidak betah untuk mengembalikan ciri permainannya di lagu “Nobody Left To Blame” dan “All The Way Up”. Kedua lagu itu identik dengan karakter permainan Mr.Big di era kejayaannya, meskipun lagu “Nobody Left To Blame” dapat dimasukkan kategorikan lagu yang cukup keras, tapi kadar balada dalam “All The Way Up” cukup dominan bila dibandingkan dengan lagu lain di album ini. Dan bukanlah Mr.Big namanya kalau tidak bisa membuat sebuah lagu terasa padat, meskipun tidak ada yang special dengan kuantitas personilnya. Coba simak lagu “Around The World” dan “Still Ain’t Enough For Me”, dikedua lagu itu mereka lebih dari sukses untuk memamerkan skillnya sebagai rocker gaek dalam menguasai instrumen tapi juga memantapkan kemampuannya untuk membuat lagu rock terasa rumit dan ada klimaksnya.

 

Kevin Shirley, seorang pria kelahiran Afrika Selatan tahun 1960 dipercaya sebagai produser yang menangani band yang terbentuk di Los Angeles, California pada tahun 1988 ini. Untuk nama Kevin Shirley sendiri, ia adalah seseorang yang pernah menangani beberapa nama besar di music rock seperti Aerosmith, The Black Crowes, Rush, Dream Theater, bahkan Iron Maiden. Dan album ini berada di bawah naungan Frontiers, sebuah record label yang berlokasi di Italia.

Bagi anda yang terlanjur dibesarkan oleh ajang festival musik semasa SMA atau SMP, album ini merupakan hal yang patut disimak. Mungkin ada beberapa diantara anda yang masih menyimpan perkakas bermusiknya? Ada baiknya untuk coba memainkan beberapa lagu dalam album ini guna membangkitkan adrenalin sekaligus bernostalgia. Kenapa nostalgia? Karena saya hanya mengutip pernyataan Eric Martin seperti yang tertera dalam web resmi MR.BIG (www.mrbigsite.com)“I like to compare this to the first album, when we just got to know each other in a rehearsal studio and cut it in 8 or 9 days. This is like chapter 2 we had so many years, so many records and so many things behind us. Now this feels like a beautiful brand new chapter starting for all of us” . 

——-

Tulisan ini dibuat untuk sebuah rubrik di majalah Sound Up, dengan harapan belum ada yang mengulas. Hahaha. Tapi tidak apa-apa, toh gue masih bisa menerbitkannya disini.

Indonesia kalah dari Malaysia? Gue ogah menuh-menuhin dunia dengan komentar! Entah itu masalah laser, masalah penjualan tiket yang dibatasi hanya 15 ribu, atau hal apapun terjadi selama pertandingan berlangsung. Tapi mengutip kicauan @solehsolihun di twitter

“supporter = pendukung. mendukung = memberi semangat, apapun yg terjadi.”

Semoga kita masih terus mendukung Timnas Indonesia apapun hasilnya 😀

–Meskipun untuk kasus Nurdin Halid dan Aburizal Bakrie itu patut disoroti dan ditindak dengan cermat. Karena sepertinya mereka bisa mematikan bibit fair play yang sudah disemaikan.–

“MR.BIG – Around The World” Sumpah, gue penasaran sama ini lagu. Cukup penasaran aja ya, jangan diulik! Ntar malah nambah PR, karena ini lagu ribet. Gue bingung, kok masih sempet-sempetnya bikin lagu kaya gini? Dasar 4 orang tua sialan! Sialan, karena sudah membuat saya merindu bertahun-tahun lamanya. Hehehe.

Ucapan terima kasih khusus saya tujukan kepada saudara Kholis Kurniawan yang telah memberikan kabar gembira melalui fasilitas dari situs ini. Suwun yo lis! 😀

——-

Agung Rahmadsyah

Malang

27 Desember 2010

Advertisements
Posted in: Uncategorized