(((Yeah Yeah Yeah Indonesia))) ~GEEKSSMILE

Posted on May 4, 2012

1


Lihat tanah ini lewat mataku; tak hanya merah dan putih

Ada hitamnya aspal sejarah membungkam kerikil

Berlari bertubrukan di realita, mulutmu kunyah stigma (stigma – stigma)

Jatuh tersandung pilihan-pilihan yang diperas dari rahim kita

Buka matamu

~GEEKSSMILE

Saya baru pulang dari solat jumat pertama setelah bulan puasa berlalu (ini bukan pencitraaan) dan saya mendapati kenyataan dimana mesjid yang berada di komplek saya terasa cukup sepi karena ditinggal penduduk komplek (komplek yang saya rasa semakin nyaman untuk ditinggali, senyaman Jakarta saat ditinggal mudik hambanya) terlepas dari asal muasal ritual mudik yang selalu identik dengan kecelakaan lalu lintas yang entah disebabkan oleh apa, saya adalah salah satu pihak yang tidak gegap gempita menyambut selebrasi ini. Dan pada jumat ini, saya benar-benar terkejut oleh lagu religi yang baru dirilis oleh kuartet (atau sudah resmi jadi kuintet) asal bali. Judulnya: (((Yeah Yeah Yeah Indonesia))) 

Baru dua hari yang lalu, saya selesai membaca sub bab ke 19 dari sebuah Roman Metropolitan karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul ‘Jazz, Parfum & Insiden’ (salah satu bagian dari Trilogi Insiden). Sub bab itu berjudul: ‘Wawancara dengan Bekicot’. Dan lagi-lagi pikiran saya mendapat terjemahannya lewat aksara-aksara yang dirangkai oleh orang ini, biar saya kutip disini:

         “Tahu pendapat saya tentang Megawati? Megawati itu anuanuanuanu dan anu. Sebetulnya dia itu anunya dianukan sehingga terjadi penganuan anuanuanuanu. Anda tahu, kan? Anu itu anu. Kalau anuanuanuanuanu jadinya, ya, anuanuanu. Masih ditambah anuanuanu, tambah anu lagi, jadinya, ya, anu!”

          Memang, jadinya seperti drama Putu Wijaya yang berjudul Anu. Serba anu.

         “Apa pendapat Anda tentang konstelasi politik di Indonesia sekarang?”

         “Hahaha! Wartawan sekarang berani-berani. Tapi, tidak berani muat! Hahahaha!”

         Untunglah dunia ini tidak Cuma berisi politik. Masih ada Bill Gates, Ruud Gullit, dan Madonna. Masih ada Srimulat. Kenapa harus bermuram durja? Lubang ozon di atas itu menganga, rasanya itu lebih mengerikan dari ideologi politik manapun–mestinya. Hutan-hutan ditebang habis, dan kita mengenal efek rumah kaca sehingga bumi berada dalam risiko terpanggang–tidakkah ini jauh lebih konkret ketimbang sibuk dengan tawar-menawar ideologis?

Barangkali ideologi memang belum mati. Namun kalau masih hidup pun sebaiknya ideologi dibunuh saja. Terlalu banyak omong kosong dalam perbincangan ideologis–yang kita perlukan adalah kebahagiaan yang kongket, O2 yang beres, dan desis aliran sungai yang menyejukkan hati. Bukan mulut2 terbuka yg mengeluarkan bau busuk karena penuh dengan sampah dan barangkali tikus. Hueeekkkk! Aku mau muntah.

          Sekarang aku mengerti, mengapa Marlon Brando memilih untuk tinggal disebuah pulau, nun di Tahiti sana. Sudah jelas kota-kota besar penuh bukan hanya bau busuk, tapi juga pikiran-pikiran yang busuk, dan yang belakangan ini jauh lebih memuakkan ketimbang bau yang sebenarnya. Aku jadi ingat tuakng sampah, inilah orang-orang yang membuat bumi lebih layak ditinggali. Mereka bukan hanya harus diberi tanda jasa. Bukan hanya dalam bentuk medali dan bintang, melainkan sebuah kehidupan yang tenang dan bersih. Tapi, siapakah yang memikirkan mereka? Jangankan kamu, aku pun tidak.

          Sebenarnya dalam pengertian ideologis bumi juga sudah jadi keranjang sampah—c elakanya tidak ada tukang sampah untuk itu.ibarat kata semua orang kentut, meludah, membuang ingus, dan muntah berak disembarang tempat. Kata-kata yang keluar dari mulut manusia ibarat cerobong asap yang kepulannya menghitamkan langit. Bacalah Koran, maka engkau akan membaca kebohongan. Bunyikan radio, maka engkau akan mendengar kebohongan. Nyalakan TV, maka engkau akan tenggelam dalam lautan kebohongan. Namun, kita akan terus berada didepannya karena tidak punya pilihan lain. Dari saluran satu ke saluran lain, kita hanya akan mendapatkan kebohongan. Sampai kita tertidur di depan TV, dengan mimpi-mimpi yang juga bohong.

(Jazz, Parfum & Insiden; 257- 258)

Itulah yang saya maksud, sampah ideologi & kemuakan berpolitik.

*****

Kembali kepada pokok permasalahan, sampah ideologi itu saya gambarkan dengan kondisi dunia yang menjurus cyber. Semua sampah ide tertuang dalam dunia cyber, sebuah kolom yang akrab kita kenal dengan nama twitter. Di twitter, segala macam hal dikicaukan disana. Mulai dari yang sekedar mengupdate status baru saja beli sempak seharga 3 ribu rupiah setelah terlibat penawaran sengit, sampai para pendapat ahli yang yang sering kita jumpai dengan nama kultwit.

Dan pada jumat itu, selesai solat jumat saya juga ikut-ikutan membuang sampah pada tempatnya: twitter!

(saya jadi ingat pada suatu siang, saya berbincang dengan salah seorang teman tentang ‘Penting atau tidaknya twitter dalam kehidupan kita’ dan saya merespon dengan:

“Kalau gue sih cuma buat mengetahu info apa yang beredar, kebutuhan gue akan informasi aja sih. Sisanya gue nyampah deh. Dulu sempet gue cuekin tuh sekitar 1 tahun lebih, eh baru sekarang tahu fungsinya kalau itu adalah tempat sampah.”

Dan kemudian teman saya menjawab dengan

“Iya juga sih, gue dulu juga nyuekin twitter sekitar 2 tahunan. Ah, taulah. ngehe!”)

Dan inilah bukti sampah saya pada sebuah jumat pertama di bulan Syawal 1432 H:

Tidak lama setelah teman saya memberikan link itu, saya langsung meresponnya dan mendapatkan bentuk seperti ini

Ha! Ini pasti lagu baru GEEKSSMILE, dan saya cukup tergila-gila sama band ini! Bukan karena band ini berisi lelaki-lekaki kekar asal pulau dewata atau faktor kedekatan personal dengan personil-personilnya (sampai sekarang saya hanya kenal 2 dari 5 personil mereka) tapi buat saya, band ini punya tujuan yang jelas melalui musik mereka. Buat yang belum tahu apa itu GEEKSSMILE. Bisa kunjungi mereka di http://www.facebook.com/GEEKSSMILE untuk (sedikit) mengetahui tentang mereka. Pernah juga saya mencoba mereview album kedua mereka ‘Upeti Untuk Macan Asia’ di blog pribadi saya (tentunya dengan segala kekurangan saya) http://somedayorsomehow.multiply.com/journal/item/31/Upeti_Untuk_Macan_Asia_album_review

*****

Yang selalu saya ingat dari GEEKSSMILE (selanjutnya ditulis: GS) adalah mereka selalu berbagi quote melalui akun facebook & twitter mereka, dan itu adalah indicator bahwa band ini memang terurus. Quote-quote yang dibagikan juga cukup brilliant. Ada satu quote favorit saya (kalau anda penasaran silahkan cari sendiri quote favorit anda):

quote of the day | kutipan hari ini: “silence is the true friend that never betrays.” | “diam adalah teman sejati yang tidak pernah berhianat.” -confucius

 

Bagi saya GS itu identik dengan politik, dan pemikiran saya tentang politik sudah terlebih dahulu diwakili oleh Roman Metropolitan karya Seno Gumira Ajidarma. Tapi menurut argumen lemah saya, Seno bisa berasumsi demikian berarti ia juga pernah mengamati (atau bahkan mendalami) bidang politik sampai pelik dan mencekik kemudian ia merasa muak. Setidaknya itulah yang saya rasakan saat ini. Dan bagaimana perasaan anda dengan atau tentang politik, itu urusan pribadi anda.

Tapi saya selalu salut bagi band yang memiliki tingkat kesadaran politik yang tinggi, seperti GS. Itu sebabnya saya menggilai mereka. Dan lebih dari itu, kesadaran itu dilanjutkan dengan memberi peingatan kepda orang-orang yang peduli akan nasibnya, nasib orang-orang disekitarnya, nasib bangsanya. Yang (bukan secara kebetulan) bangsa ini adalah Indonesia. Yeah Yeah Yeah Indonesia.

*****

Berikut ini adalah wawancara singkat dengan Made Bayak (gitaris GS)  yang telah bersedia untuk saya buat sulit melalui fasilitas pesan di facebook 😀

Single ‘Yeah yeah yeah indonesia’ itu dibuat kapan? itu lagu baru atau stok lama?

Itu lagu baru sekali, ada sekitar 4 bulanan.

Kenapa lagu itu yang dipilih buat dimasukkan dalam proyek kompilasi? apa emang baru lagu itu yang bener-bener beres secara aransemen dan teknis? atau emang dibikin sebagai hadiah ulang tahun indonesia yang ke 66? atau mungkin ada alasan lain?

Sebenarnya ada 2 opsi/stock lagu jadi, kemudian di vote anak-anak GS pilihannya ini. Gak kebayang sih awalnya akan datang 17 agustusan dan melepas single ini. hehehehe. Yang jelas kita ingin berbakti kepada negeri dengan cara kita, lagu ini sebenarnya tesis dari lagu-lagu GS sebelumnya dan akan masuk ke konsep album GS yg ke 3 nanti (visualisasi dan tema udah ada) kasarnya album 3 nanti akan memetakan gerakan-gerakan sosial yg sudah ada di Indonesia namun masih terpecah2, tinggal menunggu lawan bersama dn kesamaan visi saja, maka perubahan besar itu akan terjadi.

Bisa ceritakan sedikit tentang ‘Pukul Rata Clothing’ dan proyek kompilasinya? band-band apa atau artist siapa saja yang turut serta dalam proyek ini? rencana rilis kapan?

Pukul rata itu clothingan kawan baik yg mudahan bisa terus mensupport band2 lokal.

Bandnya gak hafal gung yang aku tau ada the sneakers, the disland , nympea, rencana dikeluarkan bulan September ini.

[Download Link]

http://www.mediafire.com/?ssd598zd89qc5b3

(((Yeah Yeah Yeah Indonesia)))  [Lyrics]

 

yeah yeah yeah Indonesia..  yeah yeah yeah

yeah yeah yeah Indonesia..  yeah yeah yeah

yeah yeah yeah Indonesia.. Indonesia

 

lihat tanah ini lewat mataku; tak hanya merah dan putih

ada hitamnya aspal sejarah membungkam kerikil

berlari bertubrukan di realita, mulutmu kunyah stigma (stigma – stigma)

jatuh tersandung pilihan-pilihan yang diperas dari rahim kita

buka matamu

bayar bankirmu, bayar lontemu, bayar bandarmu; mati lagi

gadaikan nyawa, gadai tanahmu, jual tipuan seolah komoditi

suara ini akan bergema sampai sangkakala tiba

kali ini pilihan milikmu, tebas batas-batas itu

aku ababilmu

mengejar bayang takdir yang bukan milikmu

berpacu menuju harapan yang bersandar di berhala bernama negara

yeah yeah yeah Indonesia..  yeah yeah yeah

yeah yeah yeah Indonesia..  yeah yeah yeah

yeah yeah yeah Indonesia.. Indonesia

Oya,kata Indonesia dalam lagu ini juga dilantangkan dengan huruf ‘I’ bukan ‘E’ meskipun semangatnya tetap sama. Tapi kesalahaan eja dapat menyebabkan gangguan pada indra pendengaran anda. Coba saja suruh teman anda yang orang dari pelosok Sumatera Utara untuk memberikan ucapan ‘Selamat Lebaran’ kepada teman wanita muslim anda yang seksi. Pasti raut muka teman wanita anda itu akan sedikit berubah, karena akan terdengar: ‘Selamat Lebar-an (yang berarti menjadi lebar)’ good job,GEEKSSMILE!

——-

“Ray D’ Sky -Compassion” cobalah putar sekali, kemudian cari videonya di youtube. Niscaya akan bersemayam dalam kepala anda selama berhari-hari. Setelah itu resapi tentang lirik terakhir: ‘Compassion for our brother, and love’

——-

Agung Rahmadsyah

Bekasi

02 September 2011

Advertisements
Posted in: Uncategorized