“Kuatkah kau menahannya?”

Posted on May 31, 2012

1


 

 

Artis: KOMUNAL

Album: Gemuruh Musik Pertiwi

Produser: Progresiv Barbar Musik

Label:Progresiv Barbar Musik, April 2012

Lagu:

  • Gemuruh Musik Pertiwi
  • Bakar Kibar
  • Rock Petir
  • Padamu Negeri
  • Adong Nang Diada
  • Lagu Berani
  • Esokan Makan Apa? Hidup Adalah Narkotik
  • Sisilia Senandung Sang Bapa
  • Ngarbone

 

Sebenarnya sudah sejak tahun 2011 saya naksir dengan judul album ini (Tahapan jatuh cinta, biasanya naksir terlebih dahulu kan? Singkat kata penasaran!) Ketika itu saya melihat Arian 13 (Vokalis SERINGAI) berorasi diatas panggung mengenai T-Shirt yang dikenakannya, T-Shirt itu bertuliskan “GEMURUH MUSIK PERTIWI” dengan desain gitar Gibson Les Paul yang dihinggapi burung. Entah itu jenis burung apa, saya tidak tahu. Yang pasti ada tulisan Komunal diatasnya.

Dan setelah beberapa bulan berlalu, akhirnya saya paham apa itu GEMURUH MUSIK PERTIWI. Rupanya itu adalah judul album terbaru dari band yang berawakan Muhammad Anwar Sadat, Doddy Hamson, Arie Khomaini, Rezha H.K. Album itu sudah pasti hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar penggemar mereka, termasuk saya.

Namun setelah saya bertanya kepada Doddy Hamson melalui fasilitas yahoo messenger, rupanya karya tersebut hanya bisa didapat melalui pemesanan di omuniuum. Sehingga saya mengurungkan niat untuk menjadi orang yang berada di saf pertama dalam memperoleh album tersebut, dikarenakan posisi saya saat itu masih menggelandang.

Akhirnya, pada bulan mei saya mendengar kabar bahwa Lawless menjual album ini. Bodohnya adalah saya menunda rencana ini cukup lama. Dan baru pada tanggal 25 mei saya mengirim pesan singkat kepada @unboundkill mengenai ketersediaan CD tersebut, dan dia memberi sebuah jawaban yang mencerahkan; “masih ada kok, gung” Nyatanya? Begitu saya sampai sana, CD itu sudah amblas! Sial betul, saya diperdaya oleh vokalis Speed Kill yang juga juga berprofesi tukang tattoo. Baiklah, saya menyerah! Saya harus pesan ke Omuniuum, secepatnya!

Bagi saya pribadi, enggan sekali menyebut kalau ini adalah review. Kenapa? Sebab sudah ada (setidaknya) 5 buah tulisan yang meriew album ini dengan baik dan bagus! Mau tau apa saja itu? Berikut ini saya sertakan linknya ditambah trailer Gemuruh Musik Pertiwi dan juga Press Releasenya:

Ulasan Gemuruh Musik Pertiwi:

 

Trailer Gemuruh Musik Pertiwi (3rd Promo Album, Tanpa harapan tanpa diragukan karena sudah dipastikan kehebatannya):

 

Press Release Gemuruh Musik Pertiwi:

Jadi tulisan saya ini jelas bukan review ataupun ulasan, tapi lebih ke memoar seorang yang terbilang telat menasbihkan kuartet brengsek ini sebagai sebuah peta yang layak disimak. Agar tidak tersasar dalam belantara indutri musik Indonesia yang semakin … “cantik cantik dari hatimu” Hatimu? MATAMU!

Pagi ini, saya kembali mengaktifkan fasilitas yahoo messenger seperti hari-hari lainnya. Rupanya saya berjodoh dengan Muhammad Anwar Sadat yang tidak lain adalah gitaris dari Komunal, tanpa banyak basi-basi langsung saja saya todong mengenai ketersediaan waktunya untuk menjawab beberapa pertanyaan saya mengenai album Gemuruh Musik Pertiwi. Dan diapun bersedia, bagus! Berikut hasilnya:

  • callme_agungboy: itu beneran recordnya cuma sehari? sakti amat!
  • Anwar Komunal: hehehe iya buat semua lagu eamng sehari. cuma overdub gitar dll habis 2harilah
  • callme_agungboy: tadinya ada berapa lagu,sebelum akhirnya kepilih 9 lagu? Kl mnrt gw yg fansnya komunal & awam soal music, kaya berasa kontras banget dari fase hitam semesta yg materinya bejibun ke gemuruh musik pertiwi. Terkesan pelit. Tapi ini menurut gw lho ya. Kendala budget atau mungkin mencocokkan waktunya yang repot?
  • Anwar Komunal: iya emang karena dilain kesibukan personil masing2 kita juga g mau dipusingkan ama masalah teknis. Untuk lagu kita punya porsi dan tema masing2 di setiap album, semua udah kita konsep 1.kerusakan PANORAMA 2.kegelapan HITAM SEMESTA 3.kebangkitan GEMURUH MUSIK PERTIWI 4.??? hehe
  • callme_agungboy: kl lirik di lagu ngarbone,seperti personal ya? boleh cerita siapa itu Boni “Arbone” Alfried?
  • Anwar Komunal: arbone adalah sahabat kami, siapa arbone jawabannya semua dilirik itu
  • callme_agungboy: di lagu “Lagu Berani” bung doddy menulis: “Penggalan lirik & nada “Setan tertawa berpesta pora” diambil dari lagu milik GODBLESS yang berjudul “Setan tertawa”,dikarenakan rasa frustrasi belum mampu membuat lagu sebagus “Setan Tertawa” milik Godbless. benar begitu? seberapa hebatnya gobless menurut komunal?
  • Anwar Komunal: lirik dan kata2 tersebut di bikin oleh dody, mungkin lebih baik tanya langsung ke dia. seberapa hebatnya godbless, tidak bisa di ungkapkan dengan kata2. Hehe
  • Anwar Komunal: yg paling lo suka sapa di indonesia? yg benar2 jadi panutan lo? selain orang tua tah,he
  • callme_agungboy: sampai sejauh ini masih: seringai,komunal,melancholic bitch. eh,tadi lagu ya pertanyaannya? banyak ah kalo lagu
  • Anwar Komunal: wuihhh segan dan terima kasih saya melihat komunal sebagai panutan, hehehe. contoh aja gini yg kamu suka seringai, kmu pasti tau sendiri gimana hebatnya seringai
  • callme_agungboy: oh,iya2. paham. kl gw ditanyain gimana hebatnyaseringai,pasti males juga jawabnya. soalnya bakalan panjang ceritanya. gitu ya maksudnya? haha.
  • Anwar Komunal: haha. betulll
  • callme_agungboy: ok,pertanyaan terakhir. lagu “Adong Nang Diada” itu atrinya apa? terus gw mendengar sepintas terdengar ada aroma Them Crooked Vultures. lo sendiri pas ngerjain album ini lagi banyak dengerin siapa (god bless gak masuk itungan)
  • Anwar Komunal: them crooked vulture..adalah dikit, know want knows dari Queen of the stone adong nan diada adalah istilah saja. Ceritanya gini, dulu kita sempat balik kampung di warung tuak, trus ada pengamen yang nyanyiin lagu adong nan diada dengan nada ‘aku tak biasa’ milik alm alda. dan ternyata setelah di telaah itu hanya istilah belaka
  • callme_agungboy: istilah dari?
  • Anwar Komunal: tidak ada artinya
  • callme_agungboy: oh,baiklah. jadi penggunaan adong nang diada itu bebas ya penempatannya? kata2 tak bertuan? Haha
  • Anwar Komunal: nah bisa juga tuh, kata2 tak bertuan. hehe

Ada baiknya jika anda yang sudah berkenan membaca sampai titik ini untuk menyimak video berikut:

Pertanyannya: tidak salah kan kalau saya sebut mereka sebagai kuartet brengsek?

Dan sebelum menutup tulisan ini, refrain dalam lagu Gemuruh Musik Pertiwi seakan menjadi pembuktian ikrar mereka dalam lagu Orde Barter (album Hitam Semesta): “Kamilah pembangkang,  penolak rupiah!”

Ya, jelas sekali bahwa album terbaru mereka tidak mengandung kekuatan untuk meningkatkan kesadaran berpolitik terlebih lagi mempertebal dompet! Tapi jangan salahkan album ini jika anda tidak bisa menahan potensi kegilaan anda terhadap musik yang sama sekali tanpa tendensi untuk menarget sebuah kelas tertentu sebagai target market-nya.

Sekali lagi, coba camkan beberapa kalimat yang terkandung dalam lagu Gemuruh Musik Pertiwi.

Merayakan kemenangan ini dan bersulang atas nama hidup.

Dimainkan, dinyanyikan. Gemuruh musik pertiwi

DISINI, UANG DAN POLITIK TAK ADA ARTINYA!

DISINI, UANG DAN POLITIK TAK ADA ARTINYA!

Advertisements
Posted in: Uncategorized