Adios, matajiwa!

Posted on August 31, 2017

0


Kalau saya tidak salah ingat, perkenalan saya dengan matajiwa dimulai pada tahun 2013. Saat itu saya sedang berkunjung ke demajors di Gandaria, untuk melihat penampilan Adrian Adioetomo. Namun ternyata ada nama matajiwa dalam rangkaian pengisi acara.

Saat itu di demajors hanya ada sekitar 15 orang, selain Adrian Adioetomo saya melihat Anda Perdana dan Aray Daulay. Rupanya saat pembawa acara memanggil matajiwa, Anda beserta kedua orang temannya yang berjalan ke panggung. “Wah ini! Orang lama punya mainan baru,” ujar saya dalam hati, sembari menanti matajiwa yang sedang menyusun set peralatan di paggung.

Pada saat yang hampir bersamaan, seorang kawan merespon sms saya dengan singkat. “Nah itu dia band barunya Anda yang gue ceritain. Lo harus nonton!,” ujarnya singkat.

Berlandaskan rasa kepercayaan terhadap selera kawan, akhirnya saya putuskan untuk menonton matajiwa yang saat itu berformat trio. Sebenarnya tidak sesederhana itu juga, alasan lainnya adalah saya sudah memiliki chemistry nan apik dengan materi album Anda Perdana yang berjudul ‘In Medio’. Jadi naluri saya berkata kalau ini adalah band berbahaya.

Singkat cerita, pada awal 2014 saya berkesempatan mewawancarai matajiwa untuk Rolling Stone Indonesia. Dari sanalah saya mulai berkenalan cukup intensif dengan matajiwa, yang ternyata format aslinya adalah duo. Waktu itu Rizma, yang saat ini mengetuai klan Berita Angkasa Record sekalgus mengampu Kelompok Penerbang Roket, masih menjabat sebagai personal manager matajiwa.

Sebenarnya sejak tahun 2014 saya sudah melibatkan diri menangani konten siaran pers matajiwa, saat itu Ririe sudah menggantikan Rizma sebagai personal manager. Saya ingat tugas pertama saya adalah rilis peluncuran album 1 part 2, namun saya tidak bisa menghadiri acara puncak karena sudah terlebih dulu berjanji dengan saudara sebotol masa kuliah untuk menamatkan mahameru.

Setelah beberapa kali menangani siaran pers, Ririe memberi kepercayaan lebih untuk membantu di sektor promo pada medio 2015. Selain membuat siaran pers, tugas saya kembali berurusan dengan teman-teman media terkait tetek bengek urusan promosi matajiwa. Bagi saya pekerjaan ini cukup menyenangkan, namun tidak memuaskan. Kenapa? Hmm, cukup panjang kalau dirunut, tapi intinya adalah perkara paradigma dan metode. Sebatas itu saja.

Kurang lebih dua pekan yang lalu, seusai menunaikan tugas menyebarkan materi promo single terbaru matajiwa dari album terbaru mereka, saya mengirimkan pesan ke Ririe untuk mengatur jadwal pertemuan. Namun karena jadwal kami yang tidak akur, akhirnya saya terpaksa menyampaikan maksud untuk mengundurkan diri dari tim promosi matajiwa sekaligus kuncen siaran pers, melalui aplikasi pesan singkat. Alasan saya mengundurkan diri murni karena faktor prioritas, mengingat ada beberapa hal yang harus dikerjakan dan saya tidak ingin membuat matajiwa terbengkalai.

Sebenarnya saya paling tidak suka jika hal yang penting tidak disampaikan melalui pertemuan, tapi saya merasa tidak memungkinkan jika tidak disampaikan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Bahkan sampai tulisan ini diunggah, saya belum mengabari Anda dan Reza terkait keputusan saya ini. Tapi saya anggap Ririe sudah menyampaikannya kepada ‘duo senewen’ yang saat ini bermukim di Bali.

Adios, matajiwa! Selalu menyenangkan berbincang dengan kalian (apalagi kalau waktu dan mokenan lagi sama-sama banyaknya, hahaha). Terima kasih matajiwa, kalian adalah beberapa figur yang masih mencintai dan menggeluti keragaman budaya di Indonesia, saya sungguh beruntung pernah berbincang dengan kalian. Keep up the good vibes and cheers! [Agung Rahmadsyah]

*****

Bekasi, 31 Agustus 2017 (Kamis Pon)

Advertisements
Posted in: Agung Rahmadsyah